Analisis Kualitas Tempe Dari Campuran Kacang Kedelai (Glycine max) Dengan Kacang Gude (Cajanus Cajan) *)

Oleh : Rahayu R. Jannati, Eka Purnamasari, Nur Roihana **)

A B S T R A K

Pembuatan tempe yang ada di pasaran sering dicampuri bahan lain, misalnya jagung, ampas tahu, dan lainnya. Sehinga menghasilkan tempe yang rasanya tidak enak dan kadar proteinnya lebih rendah. Untuk itu, peneliti menawarakan bahan campuran untuk membuat tempe dengan campuran kacang Gude (Cajanus cajan)

Permasalahan penelitian ini adalah apakah ada perbedaan kualitas tempe dari berbagai perbandingan bahan campuran kedelai dengang kacang Gude berdasarkan kadar protein dan kualitas rasa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kualitas tempe yang menggunakan bahan kacang Gude berdasarkan kadar protein dan rasa. Variabel bebas yang digunakan adalah pencampuran kacang kedelai dengan kacang Gude, sedangkan variabel terikatnya adalah kadar protein yang ditetapkan berdasarkan metode Kjehldal, dan kualitas rasa yang diuji secara organoleptik.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian ekspreimen. Dan hasil penelitian dari pengujian kadar protein menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kadar protein antar berbagai campuran kedelai dengan kacang Gude (P> 0,05). Dan hasil uji oeganoleptik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas rasa antara berbagai campuran kacang kedelai dengan kacang Gude (P>0,05).

*) Diikutkan dalam Pekan Karya Ilmiah Mahasiswa, yang dibiayai oleh DIKTI.

**) Mahasiswa FKIP  Universitas Muhammadiyah Surabaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s