Guru Besar Curtin University, Autralia Berbicara Masalah Teroris di UNMUHSurabaya

Keynot Speakers menyampaikan orasinya dari kiri; Prof. Zainuddin Maliki, Dr. A. Idris AsD., Michele Jane Morales, dan Ian Chalmers, Ph.D.

Surabaya, 15 Desember 211– Para teroris menganggap Indonesia merupakan negara sekuler, sehingga menurutnya aturan tata perintahannya harus diganti dengan syariat Islam. Hal tersebut disampaikan  oleh   Ian Chalmers, Ph.D., seorang Guru Besar Curtin University, Perth, Western Autralia, ketika menjadi keynote speaker dalam  forum ‘The2011- International Seminar on Character Education’ di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (15/12/2011).

Dalam orasinya yang bertajuk ‘Jihadism in Inonesia, Global or National ?’, Pak Chalmers juga menegaskan, para teroris berprinsip bahwa perilaku jihad  dianggap oleh para teroris sebagai fardu ‘ain, sehingga menurutnya ketika melakukan teror mereka merasa tidak perlu minta ijin kepada siapapun termasuk kepada keluarganya.

Sayangnya Pak Chalmers tidak membedakan antara istilah jihad dan teror. Kedua istilah tersebut dianggapnya sama, seolah jihad mempunyai makna teror dan sebaliknya. Pemahaman yang bias dari Pak Chlamers inilah yang memancing pertanyaan setengah protes dari peserta yakni Srikit Syah ,jurnalis senior Surabaya Post,  yang kini menjadi Dosen di Unitomo Surabaya, namun rupanya Pak Chalmers kurang menguasai pemaknaan dari kedua istilah tersebut. Akhrinya Prof. Zainuddin Maliki, Rektor UMSurabaya yang berada disebelahnya menengahinya dan  memberikan pemaknaan dari istilah jihat dan perilaku teror. Menurut Prof. Zainuddin, makna harfiah dari jihad adalah kerja keras, berjuang secara sungguh-sungguh. Jadi jihad tidak hanya mempunyai makna yang sempit sebagai perilaku teror semata. “Amar ma’ruf  nahi munkar, juga merupakan bagian dari jihad itu sendiri,” tambah Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur ini.

Di bagian lain Pak Chalmers mengungkapkan, sebenarnya Islam masuk ke Indonesaia ratusan tahun yang lalu pada mulanya melebur dengan budaya asli Indonesia. Dewasa ini Islam di Indonesia terpengaruh globalisasi perkembangan Islam di dunia  termasuk radikalisme, namun demikian radikalisme di Indonesia masih merupakan  bagian dari radikalisme Islam secara global.

Salah satu keunikan teroris di Indonesia ini menurut Pak Chalmers, yakni para teroris itu kebanyakkan masih mempunyai ikatan keluarga, sehingga ketika salah satu teroris tertangkap atau dihukum mati, maka teroris yang masih belum tertangkap dan kebetulan masih terjalin ikatan keluarga maka semangat untuk membalas dendam atau melakukan kekerasan berikutnya  semakin menggebu.

Selain Pak Chalmers dalam forum international yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur ini, tampil juga sebagai keynot speakers  yakni Michele Jane Morales, dari Amerika, Prof. Dr. Zainuddin Maliki, MSi., Rektor UMSurabaya, ketiganya tampil paralel satu sesi dan di pandu oleh Dr. Ahmad Idris Asamaradhani, Dekan FKIP UMSurabaya, sebagai Moderator.

Sedangkan Dr. Denis Robert dari Kingstone University, United Kindom,   membatalkan kehadirannya, menurut Dr. Ahmad Idris Asmaaradhani, selaku General Chair  Seminar tersebut, Dr. Denis Robert  tidak bisa hadir di UMSurabaya karena ketika mendarat di Jakarta yang bersangkutan tiba-tiba mendadak sakit.

Sementara itu opening speech oleh Dr. Soekarwo, M.Hum, Gubernur Jawa timur, diwakilkan kepada Drs. Zainal Arifin, MA., sedang pembukaan Seminar dilakukan oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Sjafiq A. Mughni, MA. (wm-01)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s