Pengolahan Sampah Rumah Tangga Dengan Keranjang Sakti *)

Oleh

Hilyatus Syahiroh (06131008), Agus Solihin (05131010),Hasnatul Ummah (07131006) **)


ABSTRAK

Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyai nilai ekonomi. Sampah dapat diolah sehingga memiliki nilai ekonomi, missal kompos. Sampah dan pengolahannya kini menjadi masalah yang kian mendesak di Indonesia, sebab apabila tidak dilakukan penanganan yang baik mengakibatkan terjadinya perubahan keseimbangan lingkungan yang merugikan. Misalnya dapat mencemari lingkungan baik terhadap tanah, air, dan udara.

Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah pencemaran tersebut diperlukan penanganan dan pengendalian sampah saat ini pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan peran rumah tangga dalam pengelolaan sampah organik. Salah satu caranya adalah dengan membuat Keranjang Sakti (Keranjang Komposting Takakura). Keranjang sakti adalah suatu alat pengomposan sampah organik unutuk skala rumah tangga, bentuknya praktis, bersih dan tidak berbau, sehingga aman digunakan di rumah. Diharapkan dengan menggunakan metode Keranjang Sakti dapat membantu pengolahan dan pemanfaatan sampah basah dalam skala rumah tangga, terutama di salah satu daerah di Kota Surabaya yang masih kumuh dan belum mendapatkan sosialisasi penggunaan Keranjang Sakti daerah Sukolilo Kecamatan Bulak.

Cara yang yang kami lakukan adalah dengan memperkenalkan sistem pengolahan sampah rumah tangga dengan keranjang sakti kepada masyarakat, kemudian melakukan pelatihan mengenai sistem Keranjang Sakti tersebut. Selanutnya, setelah pelaksanaan pelatihan, yang kami lakukan adalah dengan mengecek keranjang yang telah dibagikan kepada warga apakah sudah tepat cara penggunaan keranjang sakti tersebut. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan tersebut adalah kurang lebih sekitar 60 % dari keranjang yang dibagikan menunjukan hasil bahwa sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos meskipun dalam pelaksanaan dan cara penggunaan keranjang sakti masih banyak ditemui kekurangan/kesalahan dalam ukuran pemotongan sampah yang akan diolah menjadi kompos, juga warga kurang menjaga kelembaban campuran pupuk dan sampah yang dimasukkan dalam keranjang sakti. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan bahwa dalam sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos dengan menggunakan sistem takakura atau disebut keranjang sakti. Dengan pengabdian masyarakat yang kami lakukan ini dapat membantu pemerintah mengatasi masalah sampah khususnya di Surabaya. (wm)

*) Pekan Karya Mahasiswa yang dibiayai oleh DIKTI

**) Mahasiswa FKIP UMSurabaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s