Rakor  PAN Jatim Mirip Kuliah S3

White board, sebagai sarana ‘kuliah’ ala Kang Yoto

Surabaya, 13 November 2011 – Ada yang berbeda dalam Rapat Koordinasi (Rakor) DPW PAN Jawa Timur dengan DPD PAN se Jawa Timur yang digelar di Hall Amien Rais Rumah PAN Jatim Lt III, Ahad (13/11/2011). Dalam Rakor yang dihadiri sekitar 100 kader PAN di Jawa Timur ini mirip kuliah jenjang S3 di sebuah Perguruan Tinggi. Cukup unik tidak seperti biasanya. Keunikan ini tampak pada layout kursi yang dibuat melingkar, biasanya acara rapat semacam ini kursi ditata model theater, dengan pimpinan rapat berhadap-hadapan dengan peserta rapat. Keunikan yang kedua, setelah acara dibuka oleh Sekretaris PDW PAN Jawa Timur Kuswiyanto dengan membacakan agenda rapat, acara dilanjutkan oleh Ketua DPW PAN Jawa Timur Suyoto untuk memimpin rapat tersebut.

Kang Yoto, panggilan akrab Suyoto, bukannya membahas agenda acara yang dibacakan Kuswiyanto, tetapi malah memberikan pencerahan kepada peserta rapat, walhasil peserta agak kaget sejenak. Selang beberapa waktu justru cara Kang Yoto tersebut mampu memberi solusi dari permasalahan yang diagendakan Kuswiyanto pada awal rapat.

Dengan gaya yang khas Kang Yoto berjalan mengelilingi lingkaran sambil menyampaikan materi pencerahan, sesekali memberikan contoh kasus yang biasa diadukan oleh para kader PAN di Jawa Timur. Seperti biasa joke-joke segar selalu mewarnai ungkapan-ungkapan yang dilontarkan Kang Yoto.

Dalam pencerahannya, Bupati Bojonegoro tersebut memaparkan  dalam secara skematis yang ditulis di white board, digambarka dua buah lingkaran yang saling overlapping (beririsan) lingkaran pertama merupakan domain PAN sedang lingkaran kedua dianggap sebagai domain masyarakat, sedang irisannya merupakan program-program, keinginan, cita-cita yang sama antara masyarakat dengan PAN. Masyarakat di sini menurut mantan Rektor UNMUH Gresik tersebut dimaknai sebagai pemerintah, LSM, Orpol, dll.

“Semakin luas daerah irisan berarti semakin besar pula kepentingan masyarakat luas yang diakomodasi dan diperjuangkan oleh PAN. Dengan kata lain semakin besar pula kerpercayaan masyarakat  terhadap PAN,” tambah orang dekat Hatta Rajasa ini.

Selanjutnya Kang Yoto menguraikan daerah irisan yang berbentuk program, mempunyai syarat-sayarat antara lain, harus mempunya keinginan sama (will), harus nyambung antara hati dan pikiran (connect), dan juga hartus nyambung dalam usaha.

Sejauh pengamatan Wawasan Mahasiswa, selama satu jam setengah berbagai hal pencerahan  disampaikan dengan gamblang oleh Kang Yoto, hal ini membuat peserta rapat merasa seperti sedang kuliah S3.

Pada akhir rapat, peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan uneg-uneg-nya (gagasanya, red) tak pelak perserta Rakor berebut untuk menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan pencerahan Kang Yoto dan menginginkan agar ‘kuliah’ seperti yang disampaikan Kang Yoto tersebut diagendakan secara rutin. (wm-01)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s