Bursah Zarnubi : PBR Memilih Fusi Dengan PAN Karena Sama-sama Partai Reformis

FOTO : Silaturahmi PAN-PBR di Hall Amien Rais, Rumah PAN Jawa Timur (2/7/2011). Dari kiri : Kuswiyanto (Sekretaris DPW PAN Jatim), Nizar Zahro (Ketua DPW PBR Jatim/Memakai Jas Resmi PAN), Bursah Zarnubi (Ketua Umum PBR), Suyoto (Ketua DPW PAN Jatim/Bupati Bojonegoro), Viva Yoga Mauladi (Ketua DPP PAN)

___________________________

MasWasis.com, Surabaya,  3 Juli 2011 – Malam itu Rumah PAN Jawa Timur di jalan Darmokali 5c, Surabaya tampak ramai, tidak seperti biasanya.  Gedung berlantai 3 yang bercat biru itu tampak anggun. Tidak kalah anggunnya Hall Amien Rais yang berada di lantai tiga Rumah PAN tersebut tampak ramai dan terkesan istimewa. Sabtu malam  (2 Juli 2011)  sekitar 300 orang yang terdiri dari Pengurus Harian DPW PAN Jawa Timur, Ketua dan Sekretaris DPD PAN se Jawa Timur, Pengurus Harian DPW PBR Jawa Timur, dan para Ketua dan Sekretaris DPC PBR (setingkat Kab/Kota, red) se Jawa Timur bersilaturahmi untuk memantapkan fusi PBR ke dalam PAN.

Malam itu Ketua Umum DPP PBR, Bursah Zarnubi, memaparkan beberapa hal penting yang berkaitan dengan meleburnya PBR ke dalam Partai Amanat Nasional. Menurut Bursah, berawal dari Rapimnas PBR X di Jakarta tanggal 18 Juni 2011  yang lalu. Pada malam harinya para Ketua DPW PAN dan Ketua DPW PBR se Indonesia bersilaturahmi ke rumah Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa. Di rumah Hatta Rajasa itulah hasil Rapimnas PBR tersebut disampaikan Kepada Hatta Rajasa oleh Ketua Umum PBR  di hadapan para Ketua DPW PAN dan Ketua DPW PBR se Indonesia.

Beberapa alasan  disampaikan oleh Bursah kenapa PBR ber-fusi ke  PAN, di samping kesamaan platform, juga karena sama-sama partai reformis .“Alasan pertama PBR memilih berfusi ke PAN karena PAN dan PBR mempunyai visi yang sama,   platform yang sama, dan sama-sama merupakan partai reformis yang lahir di era reformasi,” papar Bursah. “Alasan berikutnya PBR memilih partai yang mau menerima PBR secara total baik struktural sekaligus personal. Sehingga PBR bergabung  dari pusat hingga jajaran terendah yaitu sub ranting,” tambah Bursah.

Di bagian lain Bursah menyampaikan bahwa PBR dalam waktu dekat akan segera membentuk suatu ormas yang menghimpun para petani, nelayan dan buruh, dan diberi nama Petani Buruh Reformasi (PBR). “Saya sudah janji kepada Bang Hatta (Ketua Umum PAN, red) ormas PBR akan dideklarasikan sekitar satu bulan kedepan, “ ujar Bursah. Dia juga menegaskan bahwa ormas PBR ini akan langsung menjadi ormas pendukung (underbow, red) dari PAN, dan akan dibentuk secara nasional.

Berkaitan dengan anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten  dari PBR, Bursah menjelaskan secara rinci mekanisme penggabungan PBR dengan Fraksi PAN diseluruh Indonesia. “ Apabila DPRD di suatu daerah mempunyai Fraksi PAN secara utuh dan juga Fraksi PBR secara utuh, maka kedua fraksi tersebut  tidak  usah digabung. Biarkan keduanya tetap eksis, namun dalam setiap kebijakkan Fraksi PBR harus mendukung Fraksi PAN, tentunya kebijakan tersebut telah didiskusikan bersama,”  jelas Bursah.

“Hal lainnya,” tambah Bursah “apabila di suatu daerah tersebut DPRD-nya telah mempunyai Fraksi PAN secara penuh, sedang PBR tidak cukup kursi untuk membentuk fraksi tersendiri dan selama ini telah bergabung dengan fraksi di luar fraksi PAN, maka hukumnya wajib bagi anggota DPRD dari PBR tersebut bergabung dengan Fraksi PAN yang telah ada.”

Dan berikutnya, masih menurut Bursah, bahwa apabila di daerah  tersebut DPRD-nya belum ada fraksi PAN dan juga belum ada fraksi PBR, maka anggota DPRD baik dari PAN maupun dari PBR bergabung membentuk Fraksi baru. “ Dan nama dari fraksi tersebut harus diberi nama Fraksi PAN, sekalipun jumlah anggota DPRD dari PAN lebih sedikit dibanding dengan jumlah anggota DPRD dari PBR. Pada kasus ini kalau bisa ketua fraksinya dari PBR,” tambah Bursah sambil tersenyum dan disambut tepuk tangan dari yang hadir. Kang Yoto, Ketua DPW PAN yang duduk di sebelah Bursah langsung menyahut, “ untuk Sampang nanti ketua Fraksi PAN wajib dari PBR.” Tepuk tangan dan tawapun spontan menggema di ruangan yang full AC tersebut..

Perlu disampaikan bahwa untuk Kabupaten Sampang, Madura, jumlah anggota DPRD dari PBR sebanyak 4 orang dan selama ini membentuk fraksi dengan PPP, sedang PAN hanya mempunyai satu kursi dan bergabung dengan fraksi Gabungan dari berbagai partai kecil lainnya. Apabila PBR dan PAN bergabung maka jumlah kursinya ada lima, sehingga telah memenuhi syarat untuk membentuk fraksi tersendiri.

Yang menarik, komposisi DPRD Provinsi Jawa Timur, jumlah kursi dari PAN sebanyak  tujuh buah, dan selama ini telah membentuk satu fraksi tersendiri yaitu Fraksi PAN. Sementara itu PBR hanya mempunyai satu kursi dan bergabung dengan PPP membentuk Fraksi Persatuan Pembangunan Reformasi (FPPR). Apabila PBR memisahkan diri dari FPPR dan bergabung dengan FPAN maka otomatis FPPR akan bubar, karena PPP Jawa Timur hanya mempunyai empat kursi di DPRD Provinsi Jawa Timur dan tidak cukup untuk membentuk fraksi tersendiri. Pada pertemuan di Rumah PAN tersebut  Nizar Zahro, anggota DPRD Jawa Timur dari PBR secara eksplisit di depan forum silaturahmi   akan bergabung ke dalam Fraksi PAN.

Hadir dalam silaturahmi tersebut, Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi, Ketua DPW PAN Jawa Timur Suyoto, Ketua PBR Jawa Timur Nizar Zahro, Sekretaris DPW PAN Jatim Kuswiyanto, Sekretaris DPW PBR Ali Huda, dan para pengurus DPW PAN Jawa Timur antara lain, Malik Efendi, Bambang Sutrisno, Ali Mukti, R. Suwasis Hadi, Didik Setyo Budi, Suli Da’im, Herman Rifai, Sentot, Riris, Rifa, Sjamsul Huda, Sholahudin, Heni Sulistyowati, Sri Utami, dll. (wm-01)

BERITA TERKAIT :

1. Akhirnya PBR Melebur dan Bergabung dengan PAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s