Kang Yoto : Mari Kita Buang Jauh-Jauh Kentang Busuk Di Hati Kita Masing-Masing

FOTO : Kang Yoto ketika membuka MUSDA PAN Pacitan

________

MasWasis.com, Pacitan, 9 Januari 2011Pagi Itu cuaca Kota Pacitan cerah, secerah para peserta MUSDA III PAN Kabupaten Pacitan yang memadati Gedung Bakti Ibu yang memang tidak terlalu luas itu. Acara yang dibuka pukul 10.15   oleh Ketua DPW PAN Jawa Timur Suyoto itu dihadiri antara lain Dra. Mardiana  Indraswati ( anggota Fraksi PAN DPR), Kuswiyanto (Ketua Fraksi PAN DPRD Jatim/Sekretaris DPW PAN Jatim), Ketua DPRD Kab. Pacitan, utusan dari Pengurus Daerah Muhammadiyah, perwakilan dari beberapa partai politik di Pacitan. Dari DPW PAN hadir  R. Suwasis Hadi (Pembina Dapil VII), Suli Daim (Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim) Firda Badri (Wakil Ketua DPW PAN Jatim), Sri Utami (Wakil Sekretaris DPW PAN Jatim), Agam, Ikhsan, Muhadi dan lain-alin.

Dalam sambutannya, Kang Yoto, panggilan akrab ketua DPW PAN Jatim itu, mengingatkan bahwa Pacitan merupakan salah satu Kabupaten yang perolehan suara PAN pada Pemilu 2009 yang lalu turun. “Semua Kabupaten dan Kota di Jawa Timur perolehan suara PAN naik. Kecuali Kabupaten Pacitan, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Surabaya” papar Kang Yoto. “Untuk pemilu yang akan datang, saya berharap PAN di Pacitan akan naik minimal mendapat 3 kursi seperti pemilu sebelumnya” tambah kader Muhammadiyah yang kini menjadi Bupati Bojonegoro tersebut.

Di bagian lain mantan Rektor UNMUH Gresik tersebut menambahkan untuk mengembalikan kepercayaan rakyat Pacitan, semua kader PAN  harus mampu meyakinkan  rakyat bahwa PAN akan mampu mengawal aspirasi rakyat untuk kesejahteraan rakyat Pacitan. Dan semua kader harus saling bekerjasama, menghilangkan rasa iri, dengki, dendam, dan mengihindari perilaku yang saling menjelekkan.

Kang Yoto memberikan gambaran dengan sebuah fiksi. Pada suatu hari, di suatu sekolah ada seorang Guru yang memberikan tugas kepada para muridnya. Semua murid diwajibkan membawa kentang setiap hari dengan jumlah sesuai jumlah orang yang dibenci oleh setiap murid tersebut. Wal hasil setiap murid ada yang membawa kentang di tasnya sebanyak 5 buah, 7 buah, 3 buah, bahkan 10 buah. Setelah beberapa hari tentunya sebagain kentang tersebut membusuk, seorang murid bertanya kepada Gurunya, sampai kapan murid tersebut membawa kentang busuk tersebut. “Sampai kamu tidak lagi membeci orang-orang yang selama ini kamu benci, sehingga kentang itu bisa kamu buang. Selama ini kamu menyimpan dendam  di hatimu berhari-hari bahkan berbulan-bulan merasa tidak berat, namun ketika kamu membawa kentang busuk yang tidak terlalu berat itu kamu merasa kerepotan. Untuk itu hilangkan dendam dan rasa benci kepada orang lain sehingga kamu tidak merasa terbebani dalam hidupmu” tukas Kang Yoto menirukan Guru dalam fiksi tersebut. Tak pelak semua hadirin tertawa terbahak-bahak mendengar paparan cerita tersebut, bahkan para undangan dari partai lainpun ikut terpingkal-pingkal, kebetulan Wawasan Mahasiswa duduk bersebelahan dengan Ketua DPD Partai Hanura Pacitan.

“Mari kita buang kentang busuk di hati kita masing-asing untuk kemajuan PAN dan kemakmuran rakyat Pacitan” kata Kang Yoto mengakiri cerita fiktif tersebut.

Pada sesi pemilhan Ketua DPD PAN Pacitan suasana sedikit tegang, hal ini dikarenakan bakal calon yang direkomendasi oleh DPP PAN hanya 2 orang dari 5 orang yang mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPD PAN Pacitan, sehingga kesan persaingan sangat menonjol karena hanya dua pilihan yaitu Didik atau Sulistyorini. Dan akhirnya Didik mampu mengalahkan Sulistyorini dengan memperoleh 82 suara sedang Sulistyorini memperoleh 56 suara. (wm-01)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s