Amien Rais : Berpartailah Tidak Hanya Untuk Kepentingan Dunia  

Foto : Amien Rais ketika menggodok mental Kader PAN di Hotel Maharani Jakarta (8/7/2012)   _________

MasWasis.com, Jakarta 8 Juli 2012 – Sebanyak 60 kader militan  Partai Amanat Nasional dari berbagai daerah di Indonesia mendapat gemblengan langsung dari founding father Partai Amanat Nasioanal, Amien Rais. Bertempat di Hotel Maharani  bilangan Mampang Prapatan Raya  Jakarta Selatan, kader pilihan PAN yang tergabung dalam Korp Instruktur Nasional ini melakoni upgrading selama dua hari penuh, Sabtu sampai Ahad (7-8/07/2012).

Dalam arahannya Amien Rais membeberkan alasan kenapa PAN harus lahir dimasa negeri ini kuasai oleh kekuatan yang otoriter militeristik. Menurut Bapak Reformasi Indonesia ini, PAN lahir dari gua garba reformasi, tentunya mengusung simbul-simbul reformasi.

Menurutya penyakit menahun yang selama ini menjangkiti bangsa Indonesia sejak orde lama hingga orde baru yakni otoritarian feodalistic. Apa kata pimpinan seolah hukum yang harus dipatuhi. Siapa yang berani beda pendapat akan mendapat kesulitan baik ekonomi, sosial, maupun politik.

Lantas Amien Rais menceritakan ketika masa-masa kejayaan orde baru, pada saat itu Amien Rais berani mengkritisi pemerintah yang otoriter. Amien Rais menyatakan Indonesia harus ada suksesi kepemimpinan nasional agar estafet kepemimpinan berjalan normal menuju negara yang demokratis. Wal hasil, menurutnya, ada upaya untuk menyingkirkan Amien Rais baik dari Dewan Pakar ICMI maupun dari pimpinan Muhammadiyah.

Di bagian lain mantan Ketua PP Muhammadiyah ini membeberkan berbagai hal hasil  reformasi setelah  orde baru tumbang. Pemilihan Gubernur maupun Bupati seolah menjadi sandiwara. Gubernur atau Bupati yang mendapat restu pusat hampir pasti dia yang jadi ketika diadakan pemilihan oleh anggota DPRD.  Anehnya pula setiap pemilihan selalu ada yang disebut sebagai calon pendamping. Hal inilah yang menurut Amien Rais sebagai sistem  yang jasadnya disebut demokratis namun praktiknya feodalistis.

Pada masa orde baru pers dibungkam, hanya pers yang bisa hidup, namun kini dimasa reformasi ratusan media cetak maupun televisi diberi kebebasan untuk berkembang secara bertanggungjawab.

Begitu juga sumber daya alam (kekayaan alam, red) semuanya ditarik ke pusat dan hanya dikembalikan ke daerah sebesar  2,5 %. Namun kini dengan daerah lebih  otonom untuk mengelola kekayaan daerah.

Hal yang sama kebebasan berpolitik dimasa orde baru dibatasi. Pada waktu itu hanya ada dua partai dan satu golongan karya. Setelah reformasi berlangsung rakyat Indonesia mempunyai kebebasan untuk mendirikan partai politik.

PAN salah satu partai yang lahir di masa reformasi wajib mengawal agar arah reformasi sesuai rel yang telah diperjuangkan para refromis dimasa-masa awal reformasi. “Jangan sampai penumpang gelap membelokan arah reformasi,” tegas Amien Rais.

Di bagian akhir Amien Rais memberikan wejangan yang menggungah perasaan para kader PAN yang hadir. Amien berharap para kader PAN dalam berpartai jangan hanya mementingkan hal-hal keduniaan saja, namun kader PAN juga harus mementingkan akhirat. Lantas Amien memberikan contoh, ketika seorang kader ingin mencalonkan diri menjadi Bupati, maka kader tersebut harus mempunyai niat dan berdo’a agar Alloh SWT memberikan kemenangan kepada dirinya agar nantinya setelah menjadi Bupati bisa membangun jalan, membangun rumah ibadah, menyantuni anak yatim, menyantuni kaum du’afa, dan lain-lain.

Hal senada Amien mewanti-wanti agar  PAN tidak memungut uang kepada calon Kepala Daerah yang diusung maupun yang di dukung oleh PAN. Jangan sampai PAN menjadi partai rental yang menyewakan tiket untuk Pilkada.

Pada sesi ini selain para peserta upgrading, para tokoh PAN yang hadir antara lain Mardiana Endraswati (FPAN), Dewi Coryati (FPAN), Ichwan Iskak (Ketua Bakader DPP PAN). Sementara itu Sekretaris Jendral DPP PAN Taufik Kurniawan yang membuka acara tersebut sehari sebelumnya. (wm-01)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s