Mengembalikan Semangat Nasionalisme Kaum Muda

Oleh : Karsidi Setiono *)

Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Lampung

Tanggal 28 Oktober di tetapkan sebagai peringatan hari sumpah pemuda, dimana semangat kaum muda kala itu berapi-api dalam menunjukkan jiwa nasionalisme meraka kepada bangsa ini atas penjajahan bangsa lain.

Para kaum muda yang berasal dari berbagai daerah mempopulerkan tekat dan janji besar yang sampai saat ini masih teringat di telinga kita.

  “Berbangsa satu bangsa indonesia, Berbahasa satu bahasa Indonesia, dan Bertanah air satu tanah air Indonesia

 Mereka rela memperjuangkan harkat dan martabat negeri ini yang terkoyak-koyak oleh bangsa lain. Dengan pengorbanan darah, harga diri, dan jiwa mereka sekaligus.

Ibu pertiwi saat itu bersuka-ria, melihat ia dibela, oleh anak-anak yang lahir dari kepedihan akibat tiga setengah abad di renggut kejayaannya oleh bangsa Belanda kala itu.

 Ketika kemirisan nasib rakyatnya yang terlunta-lunta, hal yang paling membahagiakan adalah kaum muda yang terjajah sangat peduli terhadap nasib bangsanya dan lahirlah momentum yang menjadi catatan sejarah hingga kini, Sumpah Pemuda.

Banyak organisasi kepemudaan pasca itu, seperti Indonesia Muda yang dipimpin Amir Hamzah, Tokoh-tokoh namanya terlahir dari Sumpah Pemuda pun terkenal hingga kini, seperti Wage Rudolf Supratman pencipta lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya, dan Pejuang Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, dan para pejuang lainnya.

Perjuangan dengan pengorbanan nyawa, tetesan darah dan airmata yang mereka lakukan saat itu berbuah manis, dengan adanya kemerdekaan yang mereka raih atas kebiadaban para penjajah, tepat 17 Agustus 1945 bangsa ini memproklamirkan kemerdekaanya.

Kemudian, pada era 1998 peran pemuda dalam penentuan arah masa depan Indonesia yang saat itu di bawah tekanan rezim orde baru karena kekuatan semangat membara kaum muda saat itu, akhirnya kekuasaan orang yang selama 32 tahun itu akhirnya tumbang dan berganti masa reformasi

Namun kini, setelah 83 tahun berlalu, kemerosotan yang sangat tajam di alami negeri ini. Semangat nasionalisme kaum mudanya tak lagi seperti waktu itu.

Padahal, mereka tinggal meneruskan apa-apa yang dikerjakan pemuda jaman dahulu, dalam pengamatan penulis hanya ada beberapa nama dari golongan muda kini yang patut kita acungkan jempol sepak terjangnya dalam mempertahankan jiwa nasionalismenya.

Seperti Eurico Guterres tokoh muda Timor Timur (yang kini Timor leste) yang memperjuangkan Timtim, namun akhirnya ia tak mampu mempertahankan karena campur tangan negara-negara ketiga, provinsi ke 27 itu akhirnya lepas dari pelukan Indonesia.

Kini, delapan puluh tiga tahun perhelatan sumpah pemuda berlalu, muncul sebuah harapan kepada kaum muda kini untuk bangkit untuk melawan musuh bangsa, yaitu para Koruptor dan para politisi berotak udang. Berbagai persoalan dan tantangan pasti muncul dari perjuangannya.

Perjuangannya kini bukan lagi darah dan air mata, tetapi pemikiran yang dapat menimbulkan uban dikepala, kerontokan rambut hingga botak. Bukan lagi perjuangan taruhan jiwa perang melawan kolonialisme, tetapi sudah melawan bangsanya sendiri yang di kendalikan negara lain.

Upaya penghancuran sistem ketatanegaraan kita, banyak cara yang mereka (dunia barat) lakukan. Salah satunya penghancuran generasi mudanya, baik dari segi intelektual sekaligus moral dan akidah kaum muda Indonesia.

Indonesia adalah salah satu lahan empuk yang sangat mudah mereka porak-porandakan, baik secara sistem pertahanan sampai pada sistem ekonomi yang sangat ketergantungan pada mereka. Setidaknya sampai saat ini negara kita masih tergantung  pada bantuan negara donor yang notabene merupakan negara barat.

Kondisi bangsa kita kini mengkawatirkan, membuat penulis perlu memberikan motivasi tersendiri untuk kaum muda, termasuk diri penulis untuk terus berjuang melawan kolonialisme modern yang melanda negara kita saat ini.

Yang dimaksud kolonialisme modern adalah bentuk penjajahan non fisik yang di alami rakyat Indonesia, baik penguasaan ekonomi, keamanan, sosial, dan budaya yang kini di dominasi oleh negara barat. Dan meracuni berbagai pemikiran generasi muda saat ini, dan dapat mengakibatkan lunturnya jiwa nasionalisme dalam setiap diri generasi muda kita. Sementara tegak dan suksesnya bangsa ini tergantung bagaimana anak-anak muda dalam berkreasi, dan inovasi.

Kedaulatan negara kita yang merupakan negara kesatuan perlu kita jaga, jangan sampai terpecah-belah oleh provokasi negara-negara lain. Keberagaman suku, agama, ras merupakan keunikan dinegara kita. Budaya yang ada perlu kita lestarikan, kemerdekaan hasil perjuangan para pendahulu termasuk pelopor sumpah pemuda 1928 mari bersama-sama pertahankan.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan bukan hanya menjadi simbol kenangan perjuangan para pemuda di masa lalu, hendaknya menjadi simbol bangkitnya semangat kaum muda saat ini, semangat di berbagai bidang baik hukum, sosial dan ekonomi. Semoga!!

*) Kontributor Wawasan Mahasiswa Wilayah Sumatra Bagian Selatan, tinggal di Lampung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s