Hidup Ini Proses, Bukan Hasil *)

Oleh;  Ari Kurniawan **)

Suatu ketika, ada sebuah roda yang kehilangan salah satu jari – jarinya. Ia tampak sedih. Sebab tanpa jari – jari yang lengkap, tentu ia tak bisa Lg berjalan dengan lancar. Hal ini terjadi saat ia melaju terlalu kencang, ketika melintasi hutan. Karena terburu – buru ia melupakan, ada satu jari – jari yang jatuh dan terlepas. Kini sang roda pun bingung. Kemanakah hendak dicari satu bagian tubuhnya itu.

Sang roda pun berbalik arah. Ia kembali menyusuri jejak – jejak Yg pernah ditinggalkannya. Perlahan, ditapakinya jalan–jalan itu. Satu demi satu diperhatikannya dengan seksama. Setiap benda diamati dan dicermati, seraya berharap akan menemukan jari – jari yang hilang itu.

Ditemuimya kembali rerumputan dan ilalang. Dihampirinya kembali bunga – bunga di tengah padang. Dikunjunginya kembali semut dan serangga kecil di jalanan. Dilewatinya lagi semua batu dan kerikil pualam.

Hei . . . . ., kini semuanya tampak lain. Ya, sewaktu sang roda melintasi jalan itu dengan laju yang sangat kencang, semua berbentuk titik – titik kecil. Semuanya tampak biasa dan tak istimewa.

Namun, kini semuanya tampak indah. Rerumputan dan ilalang tampak menyapanya dengan ramah. Mereka tampak tersenyum. Melambai tenang, bergoyang, dan menyampaikan salam. ujung – ujung, rumput itu bergesek dengan lembut disisi sang roda. Sang roda pun membalas dengan senyuman dan melanjutkan pencariannya.

Bunga – bunga pun tampak lebih indah, harum dan semerbaknya lebih terasa menyegarkan. Kuntum – kuntum yang baru pun terbuka, menampilkan wajah yang cerah. Kelopak–kelopak yang tumbuh, menari, seakan bersorak pada sang roda. Sang roda pun tertegun dan berhenti sebentar. Sang bunga pun merunduk, memberikan salam hormat.

Semut dan serangga kecil mulai berbaris dan memberikan salam yang paling semarak. Begitupun juga batu dan kerikil pualam, memancarkan kemilau yang teduh, mereka membuka jalan, memberikan kesempatan untuk melanjutkan perjalanannya.

Setelah lama berjalan, akhirnya ditemukan jari – jari yang hilang itu. Sang roda pun senang. Ia pun berjanji, tak akan tergesa – gesa dan berjalan terlalu kencang dalam melaksanakan tugasnya.

Hidup sering kali berlaku seperti roda yang berjalan terlalu kencang. Kita sering melupakan, ada saat – saat indah yang terlewati di setiap kesempatan. Hati kita kadang terlalu penuh dengan berbagai target, yg membuat hidup kita dalam kebimbangan dan ketergesaan. Langkah kita terkadang dalam keadaan panik dan lupa, bahwa di sekitar kita ada banyak sekali hikmah yang perlu ditekuni.

Coba kita susuri kembali jalan kita, cermati, amati dan perhatikan setiap hal yang pernah kita lewati. Adakah kebahagiaan yg terlupakan? Adakah keindahan yg tersembunyi dan yg tidak kita nikmati? Kenanglah ingatan – ingatan itu, lalu susuri dengan perlahan. Temukan keindahan hidup itu.

Sebenarnya, yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses, mengapa? Karena, yang bernilai di dalam hidup ini ternyata adalah proses, bukan hasil. Biarlah hasil itu, Tuhan yang menetapkan.

Tapi, kita punya kewajiban untuk menikmati 2 perkara yang dalam aktivitas sehari – hari harus kita jaga, yaitu selalu menjaga setiap Niat yang kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yg kita lakukan. Selebihnya terserah Tuhan. Jadi, sekali lagi sebenarnya yg harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses. Yang bernilai dalam hidup ini adalah proses, bukan hasil.

*) Untuk MasWasis.com-MediaOnlin

**)Ari Kurniawan, adalah Mahasiswa FAI UMSurabaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s