Adakah sumbangan pendidikan terhadap penciptaan budaya politik?                           

Judul Buku :  Politikus Busuk: Fenomena Insensibilitas Moral Elite Politik’, Karya : Prof. Zainuddin Maliki, M.Si.,  Penerbit:   Galang Press, Yogyakarta, 2004.

__________________

Panggung politik nasional di negeri ini sarat akan kosa kata menarik, termasuk di dalamnya adalah kosa kata ‘politikus busuk.’ Kosa kata ini mirip dengan apa yang dilukiskan C. Wright Mills dengan istilah higher immorality, hilangnya kepekaan moral dalam mengelola kekuasaan politik. Ironinya hal itu terjadi di kalangan elite, notabene mereka adalah pemegang power. Politik yang semula dimaksudkan untuk membangun kebaikan bersama, lalu melenceng, politik untuk diri mereka sendiri -politics for himself. Lebih jauh anda bisa baca dalam karya saya ‘Politikus Busuk: Fenomena Insensibilitas Moral Elite Politik,’ terbit di Yogyakarta: Galang Press, 2004.
Nah, adakah sumbangan pendidikan dalam memperbaiki immoralitas politik elite? Seharusnya, pendidikan memiliki sumbangan besar. Jika immoralitas politik masih saja terjadi, artinya pendidikan masih harus bekerja keras dalam turut serta menghadirkan politikus yang memiliki komitmen menciptakan kebaikan bersama. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s