Penguatan Aspek Keamanan Pangan Melalui Komik dan Permainan Kartu Kuartet Sebagai Metodologi Pembelajaran Bagi Anak Sekolah Dasar dan Pola Pembinaan Pedagang Jajanan di Lingkungan Sekolah *)

Oleh :

Yohanes Andy Rias (066 000 57) , Dede Nasrullah (066 000 11),Tri Wicaksono (066 00053), Asy Syahid Mujahidin ( 076 000 21), Masrifa Analia ( 081 210 11) **)

ABSTRAK

Pangan merupakan kebutuhan dasar dan esensial dalam kehidupan manusia. Dewasa ini masalah keamanan pangan merupakan permasalahan global, sehingga menjadi perhatian utama dalam penetapan kebijakan kesehatan masyarakat. Selain sebagai sumber energi dan zat gizi, pangan juga dapat menjadi wahana bagi unsur penggangu kesehatan manusia. Secara umum bahaya yang timbul dari konsumsi pangan yang tidak aman disebut sebagai kasus keracunan pangan yang disebabkan terkontaminasinya pangan jajanan dari unsur fisik, unsur kimia, dan unsur biologis.

Berdasarkan distribusi objek paparan KLB (Kejadian Luar Biasa) keracunan pangan tahun 2004 menunjukkan bahwa objek paparan tertinggi terjadi pada anak-anak usia sekolah dasar. Hal ini disebabkan oleh pangan jajanan menggunakan bahan berbahaya yang tidak diperbolehkan serta pelaksanaan hygiene sanitasi makanan yang buruk oleh penjaja pangan jajanan di lingkungan sekolah.

Berbagai upaya preventif harus segera dilakukan untuk penanggulangan KLB keracunan pangan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan wawasan dan kesadaran publik akan mutu keamanan pangan merupakan langkah kongkret untuk menekan terjadinya kasus keracunan pangan. Pendekatan media gambar edukasi yang meliputi kartu kuartet, komik “Sanitasi Care”, dan booklet “Hygiene Sanitasi” yang menarik merupakan sarana yang dapat meningkatkan pemahaman anak-anak SD agar bisa menjaga diri dari bahaya pangan. Sedangkan bagi penjaja pangan jajanan mempunyai kesadaran moral untuk melakukan pengawasan mutu keamanan pangan yang dipasarkan. Kegiatan Road To School keamanan pangan dilakukan di 4 sekolah dasar wilayah kecamatan Kenjeran yang meliputi SDN Kenjeran 248, SDN Sidotopo Wetan II, SDN Kalikedinding I/251, dan SDN Kalikedinding VII. Dari hasil evaluasi terhadap 338 siswa didapatkan peningkatan yang baik dengan prosentase 73, 67% setelah promosi kesehatan dengan kartu kuartet dan komik “Sanitasi Care”. Sedangkan hasil evaluasi terhadap 37 penjaja jajanan pangan di lingkungan sekolah didapatkan total skor > 8 sebesar 24.32% atau 9 orang yang menjadi 62.16% atau 23 orang setelah pelaksanaan penyuluhan. Dari data hasi pre test dan post test diketahui bahwa prosentase tingkat pemahaman mengalami peningkatan yang cukup meyakinkan. Sehingga dapat dilihat bahwa media gambar edukasi berhasil diterapkan pada sasaran program. (wm)

*) Diikutkan dalam  Pekan Karya Mahasiswa yang dibiayai oleh DIKTI

**) Mahasiswa FIK UMSurabaya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s